Kamis, 24 Juli 2014

Itu tentang kau~

Jika kau ingin tau, sudah berapa tahun kita tak lagi bersama.
Dan sejak itu, aku merasa bahwa aku mampu tanpa kau.
Tapi nyatanya aku salah, fikiranku tak ingin jauh dari semua tentang kau.
Tawamu, senyummu, omelanmu, membekas!
Sulit memang berbicara tanpa fakta, karena kau memang tak tau.
Atau jangan-jangan tak ingin tau?
Aku menunggu, begitu lama.
Berharap kau datang kembali, dengan cinta yang lebih.
Bolehkah aku berharap?
Sejak saat itu, seingatku 10 juli tahun lalu.
Aku tak membuka hati tuk siapapun.
Karena disini masih ada kau, yang mengisinya.
Aku bukan sok romantis, puitis, atau malah mendramatisir keadaan.
Aku berbicara jujur, aku tersiksa dengan ini.
Mencintaimu yang tak pernah tau.
Merindukanmu yang selalu acuh.
Kau tau sakitnya?
Aku memang tak pernah menunjukannya.
Apa kau begitu cepat lupa?
Tentang semua, kau, dan juga aku?
Aku rindu saat itu, andai saja.
Waktu tak pernah berputar kembali, itulah yang membuat aku menyesal tak mempertahankanmu saat itu.
Bukan karena aku ini tak cinta kau.
Tapi karena mataku lebih dulu basah dan membuatku tak mampu berbuat lebih lanjut.
Aku memang tampak tegar, seolah kuat tanpamu.
Menanti kau tanpa henti, berusaha tuk tidak pernah lelah.
Meski diacuhkan.
Entah bagaimana dengan kau?
Samakah merindukanku?
Atau kau malah sebaliknya, membenciku dengan sangat.
Jika iya, kenapa?
Karena masalah kita berpisah?
Karena aku tak mempertahankanmu?
Aku ingin, tapi ku takut kau fikir aku wanita macam apa.
Atau karena aku selalu cemburu?
Karena aku selalu marah?
Itu karena aku ingin dapat perhatian lebih darimu.
Hanya itu.
Semua terlalu mudah kutulis disini.
Dibanding harus melihatmu dan menjelaskan semuanya denganmu.
Tulisan-tulisan inilah yang menunjukan, apa yang aku rasa, apa yang aku pendam, dan apa yang selalu aku fikirkan.
Itu tentang kau

Senin, 14 April 2014

Kuharap kau sama~

Dia tak bisa membuatku melupakanmu meski sedetik.
Jadi jangan paksa aku untuk mencintai sahabatmu itu.
Cintaku adalah kau!
Dekat dengannya membuatku semakin tersiksa.
Tersiksa karena sebenernya yang aku perhatikan adalah kau.
Jika benar cintamu bukanlah aku, maka biarkan aku memandangmu dari kejauhan saja.
tak perlu dekat tapi yang tersiksa juga aku.
Biarkan waktu mempertemukan kita dilain waktu.
Dimasa mungkin kau telah mampu mencintaiku L A G I !
Dan dimana aku masih menjaga hati untuk kau saja.
Dari berbagai dimensi waktu yang aku lalui, hingga detik ini.
Tak kutemukan yang seperti kau.
Yang mampu membuat aku mencintai sebegitunya.
Hingga detik ini.
Hingga aku rela membiarkan laki-laki diluar sana mencari wanita lain.
Karenaku menantimu!
Mungkinkah kau tau?
Kau hanya memikirkan bagaimana sahabatmu mencintaiku.
Kau tak tau bagaimana aku mencintaimu.
Aku tau kau tak seperti sahabatmu yang selalu ada untukku.
Tapi itu tak mengubah hatiku, cintaku adalah kau!
Belum terganti, atau mungkin benar tak terganti?
Aku selalu saja berharap Tuhan menulis nama kita diantara cinta.
Berharap kau datang dengan sebuah bunga, dengan lengkungan senyum indah.
Hanya itu, mungkinkah terlalu tinggi harapku?
Aku memang pengkhayal handal, apalagi mengkhayal tentangmu.
Berharap kita bersama dikelak nanti.
Haaaah, kenapa sahabatmu. Kenapa tak kau?
Kenapa pula harus kau yang meminta aku mencintainya?
Bukankah kau tau untuk menolak pintamu adalah sulit untukku.
Mengangguk iya, tapi tak untuk hatiku.
Biarkan aku berdusta untuk bertahan lebih lama menatapmu.
Jika seandainya nanti kita benar tak bertemu.
Akan aku kirimkan pesan ini, entah lewat apa.
Mungkin mimpi indah adalah jalannya.
Aku minta kau sampaikan sejuta maafku untuk sahabatmu.
Karena dia mencintai aku yang mencintai kau.
Dan untuk kau, biarkan cinta itu masih dihatiku.
Kuharap kau sama, cintamu juga untukku, 23~

Jumat, 21 Maret 2014

Terjebak di dua hati~

Aku kira kisah ini hanya ada di dunia persinetronan.
Ternyata aku salah, kini aku yang merasa.
Entahlah, kini siapa yang sebenarnya aku cinta.
Kau, atau dirinya?
Kini hatiku mulai enggan bicara, mulai enggan memilih satu diantara kalian.
Kalian sama-sama aku cintai, begitu istimewa.
Meski hanya aku yang tau, bahwa aku mencintai kalian.
Maaf jika aku terlihat sedikit kuno, menyimpan semua sendiri.
Aku tak ingin tersiksa menahan malu ketika kalian tau.
Kau adalah orang yang begitu penting untukku, begitu membuatku bahagia.
Dia adalah orang yang juga begitu penting untukku, juga membuatku begitu bahagia.
Bukannya aku ingin mendua, toh aku dan kalian tak punya hubungan apa-apa.
Tapi hatiku terjebak akan cinta segitiga.
Aku, kau, dan dia.
Mereka bilang aku pantas bersamamu, tapi aku cinta dia.
Mereka bilang aku pantas bersamanya, tapi aku cinta kau.
Kau memang tlah begitu lama mengisi hati, meski masih sulit tuk ku miliki.
Tapi dia, hingga detik ini juga membuat aku mencintainya.
Oh Tuhan, pantaskah seorang aku mencintai dua orang yang tampak begitu sempurna? Bagiku.
Masih sama, hati dan fikiran enggan berkompromi untuk memecahkan masalah cinta.
Lagi-lagi harus terjebak di dua hati~

Sabtu, 15 Februari 2014

Untukmu~

Entah kenapa namamu tak kian hilang.
Dari sini, hatiku.
Sesulit itukah menjauhkanmu?
Dari hati dan fikiranku?
Entah sudah sejak kapan kita tak menyatu.
Tapi hatiku sulit untuk melupakanmu.
Melupakan setiap kenangan, bertengkarkah? Kisah romantiskah?
Kita memang tak lama, tapi cintaku terlalu enggan berpisah.
Aku mencintaimu, sulit untukku!
Kau masih tak mengerti.
Aku tak ingin seperti ini.
Aku ingin seperti kau yang tak iba melihatku pergi.
Aku ingin seperti kau yang mampu tertawa ketika meninggalkanku.
Aku ingin, seperti kau yang mampu membuatku mencintaimu hingga detik ini.
Mampukah aku?
Tapi aku tak akan pergi meninggalkan kau sendiri.
Tapi aku tak akan tertawa ketika meninggalkanmu.
Aku hanya ingin membuat kau mencintaiku, ingin kau mencintaiku detik ini hingga nanti.
Mampukahku? Hatiku terlalu susah mengalah.
Aku begitu mencintaimu, meski detik, menit, jam, hari, bulan, hingga tahun berganti.
Ternyata cintaku masih sama, untukmu~
23

Senin, 20 Januari 2014

Cinta♥

Selamat malam cinta♥
Tak terasa aku tlah lama mengabaikanmu.
HAHA maafkan aku, aku terlalu sibuk mencari cara move on.
Sulit memang bagiku, tapi kuyakin bisa.
Kita sama, jika kau bisa. Kuyakin aku pun akan mampu melakukannya.
Walau entah kapan.
Nantikah? Besokkah? Aku tak tau.
Yang jelas kuyakin bahwa aku akan mampu.
Tuhan punya caranya sendiri.
Tuhan mencintaiku dengan caranya pula, begitu juga denganmu.
Ia amat mencintai kita.
Karena itu ia membiarkan kita berpisah, karena ditakdirnya kita bukann pasangan yang dapat bersama.
Haha, mungkin katamu aku terlalu SOK puitis.
Bukan! Bukan itu alasanku  menulis semuanya disini.
Itu hanya karena aku mau melepaskan semua yang aku rasa.
Entah bagaimana dengan kau? Mungkin sama denganku?
Atau tetap diam membisu dan tetap dengan kata andalanmu?
Aku tak pandai dalam hal ini.
Kadang tawaku meledak mengingat kita.
Hampir satu tahun kita bersama, ternyata semua SIA-SIA.
Ku tau kau menyesal dengan keadaan yang aku buat seperti drama.
Tapi inilah aku, ini yang mampu aku pilih.
Kita sama-sama mempunyai pilihan. Dan yang pasti kita tak lagi sejalan.
Bukan karena aku tlah temukan yang lebih baik.
Itu hanya karena aku yakin kita akan lebih baik bila tak bersama.
Percayalah, aku tak pernah berhenti.
Untuk CINTA♥

Sabtu, 28 Desember 2013

Yang tersisa~

Sebenarnya, aku tak pernah ingin jauh darimu.
Tapi kupaksakan, meski raga dan hatiku bertolak belakang.
Aku mencintaimu, kau datang padaku.
Membawa sesuatu yaitu cinta, dan ternyata cinta itu tumbuh.
Namun kini, maaf kita tak bisa lanjutkan semua.
Aku tak ingin terus menerus terluka.
Entah siapa yang salah.
Aku atau hatiku? Atau kau?
Entahlah, setiap aku tuliskan kata demi kata didalam buku cintaku,
Semua itu karena kau, karena aku tak pernah tau dengan siapa aku menceritakan kau.
Mereka? Mereka tak pernah mengerti.
Dengan apapun yang aku rasa, dengan apapun yang aku lalui.
Kau? Apa kau sama tak pernah mengerti.
Mendatangiku sesukamu, membuatku mencintaimu.
Meninggalkanku semaumu, disaat cinta itu tlah benar tumbuh.
Oh maha dahsyat cinta yang ada.
Membuat semua bergetar hebat, meski hanya namamu yang kudengar.
Aku bukanlah seorang penyair cinta.
Tapi lekukan jariku ingin menuliskan kata-kata tentang kau.
Kau mungkin tak pernah tau, aku merindukanmu disetiap waktu.
Meski rasa angkuhku, meski aku selalu berbohong tuk berkata tak pernah merindukanmu.
Tak pernahkah kau mencoba peka terhadapku? Menebak apa yang sedang aku rasakan?
Aku tau kau bukan peramal.
Bukan seseorang yang pandai menerka.
Tapi coba menerka, kumohon. Ini untukku, hatiku, dan tentangmu.
Aku tau kau tak bisa melakukan apa yang aku mau.
Tapi kau tak pernah mau mencoba melakukan itu untukku.
Apakah sekarang semua salahku?
Meminta kau pergi menginggalkanku dan tak kembali?
Ku hanya tak mau terus menerus terluka.
Karena dianggap layaknya pelabuhan.
Aku lelah menunggu kabar darimu setiap malam.
Aku lelah berpura-pura bahagia didepan mereka dan menceritakan kebohongan bahwa aku bahagia denganmu.
Biarlah, cinta kita takkan pernah menyatu.
Karena kita terbatas oleh keegoisanku, mungkin.
Kini semua menjadi salahku.
Aku mencoba tak menyesal mencintaimu.
Karena dulu aku yang menerima kau tuk mengisi hari serta hatiku.
Dan kini? Aku pulalah yang bertanggung jawab atas luka ini.
Dan akulah yang harus mencari pengobatnya.
Wahai orang yang aku impikan menjadi imamku.
Maafkan jika cintaku hanya berbatas disini.
Aku tak sanggup dijadikan pelabuhan.
Aku tau kau juga tersiksa dengan ini semua.
Tapi biarlah, aku tak ingin keterpaksaan ini menambah luka untuk kita.
Aku percaya kau akan dapati wanita yang lebih sempurna.
Tinggalkan aku, biar kenangan yang kau titipkan dihatikulah yang tersisa~

Kamis, 26 Desember 2013

Mahameru~

Aku ingin sekali kesana, ketempat yang tinggi.
Meskipun sebenarnya aku takut ketinggian.
Aku ingin jelajahi dan meninggalkan tapakku disana.
Dipuncak tertinggi semeru, mahameru.
Wahai mahameru, aku tidaklah pendaki yang gagah.
Tidak juga bisa disebut seorang pendaki.
Tapi aku tetap memimpikanmu disetiap langkah.
Kau yang ingin ku tuju.
Berada dipuncak semeru memberikan kedamaian untukku.
Karena cintaku ada disana.
Memandang dan mendaki 3676 mdpl adalah impianku.
Cintaku berada dimahameru.
Melewati ranu kumbolo dan beristirahat sejenak.
Bahkan ku ingin menyelami segarnya air disana.
Ku tau panas, dingin, cuaca tak menentu akan menyapaku.
Tapi aku tau, cintaku adalah puncakmu.
Dan aku akan sampai kesana.
Mahameruku, jika ada yang lebih indah dari kau.
Beri tau aku, karena selama ini tak aku temukan yang seperti kau.
Mahameruku~