Jumat, 21 Maret 2014

Terjebak di dua hati~

Aku kira kisah ini hanya ada di dunia persinetronan.
Ternyata aku salah, kini aku yang merasa.
Entahlah, kini siapa yang sebenarnya aku cinta.
Kau, atau dirinya?
Kini hatiku mulai enggan bicara, mulai enggan memilih satu diantara kalian.
Kalian sama-sama aku cintai, begitu istimewa.
Meski hanya aku yang tau, bahwa aku mencintai kalian.
Maaf jika aku terlihat sedikit kuno, menyimpan semua sendiri.
Aku tak ingin tersiksa menahan malu ketika kalian tau.
Kau adalah orang yang begitu penting untukku, begitu membuatku bahagia.
Dia adalah orang yang juga begitu penting untukku, juga membuatku begitu bahagia.
Bukannya aku ingin mendua, toh aku dan kalian tak punya hubungan apa-apa.
Tapi hatiku terjebak akan cinta segitiga.
Aku, kau, dan dia.
Mereka bilang aku pantas bersamamu, tapi aku cinta dia.
Mereka bilang aku pantas bersamanya, tapi aku cinta kau.
Kau memang tlah begitu lama mengisi hati, meski masih sulit tuk ku miliki.
Tapi dia, hingga detik ini juga membuat aku mencintainya.
Oh Tuhan, pantaskah seorang aku mencintai dua orang yang tampak begitu sempurna? Bagiku.
Masih sama, hati dan fikiran enggan berkompromi untuk memecahkan masalah cinta.
Lagi-lagi harus terjebak di dua hati~