Sebenarnya, aku tak pernah ingin jauh darimu.
Tapi kupaksakan, meski raga dan hatiku bertolak belakang.
Aku mencintaimu, kau datang padaku.
Membawa sesuatu yaitu cinta, dan ternyata cinta itu tumbuh.
Namun kini, maaf kita tak bisa lanjutkan semua.
Aku tak ingin terus menerus terluka.
Entah siapa yang salah.
Aku atau hatiku? Atau kau?
Entahlah, setiap aku tuliskan kata demi kata didalam buku cintaku,
Semua itu karena kau, karena aku tak pernah tau dengan siapa aku menceritakan kau.
Mereka? Mereka tak pernah mengerti.
Dengan apapun yang aku rasa, dengan apapun yang aku lalui.
Kau? Apa kau sama tak pernah mengerti.
Mendatangiku sesukamu, membuatku mencintaimu.
Meninggalkanku semaumu, disaat cinta itu tlah benar tumbuh.
Oh maha dahsyat cinta yang ada.
Membuat semua bergetar hebat, meski hanya namamu yang kudengar.
Aku bukanlah seorang penyair cinta.
Tapi lekukan jariku ingin menuliskan kata-kata tentang kau.
Kau mungkin tak pernah tau, aku merindukanmu disetiap waktu.
Meski rasa angkuhku, meski aku selalu berbohong tuk berkata tak pernah merindukanmu.
Tak pernahkah kau mencoba peka terhadapku? Menebak apa yang sedang aku rasakan?
Aku tau kau bukan peramal.
Bukan seseorang yang pandai menerka.
Tapi coba menerka, kumohon. Ini untukku, hatiku, dan tentangmu.
Aku tau kau tak bisa melakukan apa yang aku mau.
Tapi kau tak pernah mau mencoba melakukan itu untukku.
Apakah sekarang semua salahku?
Meminta kau pergi menginggalkanku dan tak kembali?
Ku hanya tak mau terus menerus terluka.
Karena dianggap layaknya pelabuhan.
Aku lelah menunggu kabar darimu setiap malam.
Aku lelah berpura-pura bahagia didepan mereka dan menceritakan kebohongan bahwa aku bahagia denganmu.
Biarlah, cinta kita takkan pernah menyatu.
Karena kita terbatas oleh keegoisanku, mungkin.
Kini semua menjadi salahku.
Aku mencoba tak menyesal mencintaimu.
Karena dulu aku yang menerima kau tuk mengisi hari serta hatiku.
Dan kini? Aku pulalah yang bertanggung jawab atas luka ini.
Dan akulah yang harus mencari pengobatnya.
Wahai orang yang aku impikan menjadi imamku.
Maafkan jika cintaku hanya berbatas disini.
Aku tak sanggup dijadikan pelabuhan.
Aku tau kau juga tersiksa dengan ini semua.
Tapi biarlah, aku tak ingin keterpaksaan ini menambah luka untuk kita.
Aku percaya kau akan dapati wanita yang lebih sempurna.
Tinggalkan aku, biar kenangan yang kau titipkan dihatikulah yang tersisa~
Sabtu, 28 Desember 2013
Kamis, 26 Desember 2013
Mahameru~
Aku ingin sekali kesana, ketempat yang tinggi.
Meskipun sebenarnya aku takut ketinggian.
Aku ingin jelajahi dan meninggalkan tapakku disana.
Dipuncak tertinggi semeru, mahameru.
Wahai mahameru, aku tidaklah pendaki yang gagah.
Tidak juga bisa disebut seorang pendaki.
Tapi aku tetap memimpikanmu disetiap langkah.
Kau yang ingin ku tuju.
Berada dipuncak semeru memberikan kedamaian untukku.
Karena cintaku ada disana.
Memandang dan mendaki 3676 mdpl adalah impianku.
Cintaku berada dimahameru.
Melewati ranu kumbolo dan beristirahat sejenak.
Bahkan ku ingin menyelami segarnya air disana.
Ku tau panas, dingin, cuaca tak menentu akan menyapaku.
Tapi aku tau, cintaku adalah puncakmu.
Dan aku akan sampai kesana.
Mahameruku, jika ada yang lebih indah dari kau.
Beri tau aku, karena selama ini tak aku temukan yang seperti kau.
Mahameruku~
Meskipun sebenarnya aku takut ketinggian.
Aku ingin jelajahi dan meninggalkan tapakku disana.
Dipuncak tertinggi semeru, mahameru.
Wahai mahameru, aku tidaklah pendaki yang gagah.
Tidak juga bisa disebut seorang pendaki.
Tapi aku tetap memimpikanmu disetiap langkah.
Kau yang ingin ku tuju.
Berada dipuncak semeru memberikan kedamaian untukku.
Karena cintaku ada disana.
Memandang dan mendaki 3676 mdpl adalah impianku.
Cintaku berada dimahameru.
Melewati ranu kumbolo dan beristirahat sejenak.
Bahkan ku ingin menyelami segarnya air disana.
Ku tau panas, dingin, cuaca tak menentu akan menyapaku.
Tapi aku tau, cintaku adalah puncakmu.
Dan aku akan sampai kesana.
Mahameruku, jika ada yang lebih indah dari kau.
Beri tau aku, karena selama ini tak aku temukan yang seperti kau.
Mahameruku~
Senin, 23 Desember 2013
Kuputuskan pergi~
Sekarang ku tlah ketahui.
Banyak hal tentang kita yang tak sama.
Aku dengan caraku.
Kau dengan caramu sendiri.
Dan cara kita bertentangan, baik itu dalam hal mencintai.
Kini kuputuskan tuk menjauh, untuk pergi.
Bukan karena aku tak mencintaimu.
Tapi karena kurasa dengan kepergianku kau akan menjadi lebih baik.
Tentunya tanpa aku.
Bukan aku tak peduli.
Tapi aku tau peduliku tak dipedulikan.
Dan aku tau kau bisa tertawa tanpa aku.
Ku putuskan untuk pergi.
Bukan karena aku mudah melupakanmu.
Tapi karena aku tau aku dilupakan.
Aku hanya berusaha melakukan apa yang kau lakukan padaku.
Bukan karena aku kejam.
Tapi karena aku merasa itu pantas.
Cinta tak begini. Bukankah cinta saling mengerti?
Minimal saling melengkapi?
Tapi kita? Aku sendiri. Kau pun sendiri.
Selalu ada kekosongan diantara kita.
Hening, sunyi, dan tak bersuara.
Aku bosan berada dikeadaan ini.
Maka izinkanlah aku pergi.
Aku tau dia adalah yang terpenting untukmu.
Lalu aku pasti tak berguna. Bila berguna, bila diperlukan pun hanya untuk sebuah penghibur.
Itulah alasan ku untuk pergi.
Aku tak ingin lagi membuat diriku terpenjara oleh kesedihan tak berujung.
Aku tak ingin terus menerus menyalahkan kau dan dia.
Aku tak ingin terus-terusan merasa cemburu dan meneteskan air mata.
Izinkan aku untuk pergi.
Aku tak tau kemana aku akan pergi.
Yang pasti, keluar dari dalam skenario yang kau buat aku akan lebih baik.
Karena itu kuputuskan untuk pergi~
Banyak hal tentang kita yang tak sama.
Aku dengan caraku.
Kau dengan caramu sendiri.
Dan cara kita bertentangan, baik itu dalam hal mencintai.
Kini kuputuskan tuk menjauh, untuk pergi.
Bukan karena aku tak mencintaimu.
Tapi karena kurasa dengan kepergianku kau akan menjadi lebih baik.
Tentunya tanpa aku.
Bukan aku tak peduli.
Tapi aku tau peduliku tak dipedulikan.
Dan aku tau kau bisa tertawa tanpa aku.
Ku putuskan untuk pergi.
Bukan karena aku mudah melupakanmu.
Tapi karena aku tau aku dilupakan.
Aku hanya berusaha melakukan apa yang kau lakukan padaku.
Bukan karena aku kejam.
Tapi karena aku merasa itu pantas.
Cinta tak begini. Bukankah cinta saling mengerti?
Minimal saling melengkapi?
Tapi kita? Aku sendiri. Kau pun sendiri.
Selalu ada kekosongan diantara kita.
Hening, sunyi, dan tak bersuara.
Aku bosan berada dikeadaan ini.
Maka izinkanlah aku pergi.
Aku tau dia adalah yang terpenting untukmu.
Lalu aku pasti tak berguna. Bila berguna, bila diperlukan pun hanya untuk sebuah penghibur.
Itulah alasan ku untuk pergi.
Aku tak ingin lagi membuat diriku terpenjara oleh kesedihan tak berujung.
Aku tak ingin terus menerus menyalahkan kau dan dia.
Aku tak ingin terus-terusan merasa cemburu dan meneteskan air mata.
Izinkan aku untuk pergi.
Aku tak tau kemana aku akan pergi.
Yang pasti, keluar dari dalam skenario yang kau buat aku akan lebih baik.
Karena itu kuputuskan untuk pergi~
Kamis, 12 Desember 2013
Aku bosan menjadi bonekamu~
Aku, aku ini seperti boneka.
Bukan karena lucuku.
Tapi karena aku bisa dikendalikan, dan dengan mudah dapat dipermainkan.
Bisa diangkat, dijatuhkan, maupun diapakan itu.
Dan kau, kau yang mengendalikan aku.
Mengendalikan hati, serta fikiranku.
Kau bisa-bisanya datang, dan mudah untuk pergi.
Dan aku, dengan mudaynya pula menerima kau untuk kembali.
Sebenarnya aku ingin pergi, aku bosan jadi bonekamu.
Aku bosan diperlakukan sesukanya.
Aku benci, tapi? Aku? Cinta ini yang membuat aku tertahan disini.
Dikondisi hati yang amat tidak aku sukai.
Kau? Seenaknya saja.
Kau? Pernah terbesit bagaimana aku sakit karena kau?
Karena permainan yang tidak mengenakkan hati ini?
Kau pernah tau? TIDAK!
Kau hanya memikirkan dirimu, kebahagiaanmu, dan apa yang kau suka!
Dan aku? Kenapa kondisiku tak pernah berubah?
Selalu menjadi orang yang terjajah.
Selalu menjadi orang yang tak berdaya.
Tak pernah bisa melepaskan diri dari jerat orang seperti kau!
Ah, aku benci!
Tapi kau tetap tak akan pernah peduli!
Dulu dan sekarang terlalu berbeda.
Terlalu tak aku kenal. Tak seperti kau yang pertama kali aku kenal.
Tak seperti kau yang membuat aku jatuh cinta.
Dulu, aku adalah yang terpenting.
Tapi sekarang? Kata penting itupun aku tak tau seperti apa.
Kau terlalu sering mendatangiku seenaknya saja.
Membuat aku jatuh cinta, membuat aku patah hati seenaknya saja!
Dan aku juga seenaknya saja menerima kau kembali.
Apa itu alasan kau suka datang dan pergi?
Apa karena ketidaktegasanku ini?
Apa karena dia? Lagi-lagi kubawa namanya didalam permasalahan kau dan aku.
Sekarang, kau tak pernah mencoba menjelaskan apa yang terjadi.
Antara kau dan dia!
Berbeda dengan dulu, kau selalu saja takut aku cemburu.
Sekarang cemburuku pun diacuhkan.
Bahkan cemburu pun diacuhkan?
MENYEDIHKAN!
Izinkan aku untuk bisa. Tanpa KAU!
Bukan karena lucuku.
Tapi karena aku bisa dikendalikan, dan dengan mudah dapat dipermainkan.
Bisa diangkat, dijatuhkan, maupun diapakan itu.
Dan kau, kau yang mengendalikan aku.
Mengendalikan hati, serta fikiranku.
Kau bisa-bisanya datang, dan mudah untuk pergi.
Dan aku, dengan mudaynya pula menerima kau untuk kembali.
Sebenarnya aku ingin pergi, aku bosan jadi bonekamu.
Aku bosan diperlakukan sesukanya.
Aku benci, tapi? Aku? Cinta ini yang membuat aku tertahan disini.
Dikondisi hati yang amat tidak aku sukai.
Kau? Seenaknya saja.
Kau? Pernah terbesit bagaimana aku sakit karena kau?
Karena permainan yang tidak mengenakkan hati ini?
Kau pernah tau? TIDAK!
Kau hanya memikirkan dirimu, kebahagiaanmu, dan apa yang kau suka!
Dan aku? Kenapa kondisiku tak pernah berubah?
Selalu menjadi orang yang terjajah.
Selalu menjadi orang yang tak berdaya.
Tak pernah bisa melepaskan diri dari jerat orang seperti kau!
Ah, aku benci!
Tapi kau tetap tak akan pernah peduli!
Dulu dan sekarang terlalu berbeda.
Terlalu tak aku kenal. Tak seperti kau yang pertama kali aku kenal.
Tak seperti kau yang membuat aku jatuh cinta.
Dulu, aku adalah yang terpenting.
Tapi sekarang? Kata penting itupun aku tak tau seperti apa.
Kau terlalu sering mendatangiku seenaknya saja.
Membuat aku jatuh cinta, membuat aku patah hati seenaknya saja!
Dan aku juga seenaknya saja menerima kau kembali.
Apa itu alasan kau suka datang dan pergi?
Apa karena ketidaktegasanku ini?
Apa karena dia? Lagi-lagi kubawa namanya didalam permasalahan kau dan aku.
Sekarang, kau tak pernah mencoba menjelaskan apa yang terjadi.
Antara kau dan dia!
Berbeda dengan dulu, kau selalu saja takut aku cemburu.
Sekarang cemburuku pun diacuhkan.
Bahkan cemburu pun diacuhkan?
MENYEDIHKAN!
Izinkan aku untuk bisa. Tanpa KAU!
Rabu, 04 Desember 2013
Mengertikah kau~
Aku tidaklah seperti dia.
Seperti dia yang begitu indah, bagimu.
Aku tak sama seperti dia, bahkan meski aku tlah mencoba.
Aku tetap seperti apa yang aku punya, seperti apa diriku yang sebenarnya.
Kau, aku tau aku mencintaimu.
Tapi bukan berarti aku harus menjadi dia agar kau menyukaiku.
Aku ingin seperti ini, seperti diriku yang sebenarnya.
Tidak memakai topeng saat ada didepanmu, saat bersamamu.
Aku tau, ketidaksempurnaan ku adalah suatu yang tak kau inginkan.
Aku tau, dialah yang ada dibenakmu, difikiran, serta hatimu.
Selalu dia, aku tak pernah ada.
Bahkan untuk terbesit membayangkanku pun mungkin hanya khayalan belaka.
Kau yang aku sukai, mengertikah kau sinyal ini?
Apa sinyal cintaku tertutup akan kesempurnaannya? Wanita itu?
Kenapa aku harus selalu berurusan dengan dia.
Dengan wanita yang tidak begitu aku kenal.
Dengan dia yang juga menginginkanmu.
Aku harus berjuangkah untuk kau?
Untuk cinta yang penuh fatamorgana?
Untuk cinta yang penuh harapan semu.
Kenapa aku begitu bodoh mempertahankan kau?
Mempertahankan kau yang tak ingin dipertahankan.
Mencintai kau yang tak ingin dicintai oleh orang seperti aku ini.
Ah, Jika aku hanya bermimpi saat menginginkanmu.
Maka aku berharap untuk terbangun segera dan tak akan terlelap lagi~
Seperti dia yang begitu indah, bagimu.
Aku tak sama seperti dia, bahkan meski aku tlah mencoba.
Aku tetap seperti apa yang aku punya, seperti apa diriku yang sebenarnya.
Kau, aku tau aku mencintaimu.
Tapi bukan berarti aku harus menjadi dia agar kau menyukaiku.
Aku ingin seperti ini, seperti diriku yang sebenarnya.
Tidak memakai topeng saat ada didepanmu, saat bersamamu.
Aku tau, ketidaksempurnaan ku adalah suatu yang tak kau inginkan.
Aku tau, dialah yang ada dibenakmu, difikiran, serta hatimu.
Selalu dia, aku tak pernah ada.
Bahkan untuk terbesit membayangkanku pun mungkin hanya khayalan belaka.
Kau yang aku sukai, mengertikah kau sinyal ini?
Apa sinyal cintaku tertutup akan kesempurnaannya? Wanita itu?
Kenapa aku harus selalu berurusan dengan dia.
Dengan wanita yang tidak begitu aku kenal.
Dengan dia yang juga menginginkanmu.
Aku harus berjuangkah untuk kau?
Untuk cinta yang penuh fatamorgana?
Untuk cinta yang penuh harapan semu.
Kenapa aku begitu bodoh mempertahankan kau?
Mempertahankan kau yang tak ingin dipertahankan.
Mencintai kau yang tak ingin dicintai oleh orang seperti aku ini.
Ah, Jika aku hanya bermimpi saat menginginkanmu.
Maka aku berharap untuk terbangun segera dan tak akan terlelap lagi~
Minggu, 01 Desember 2013
Aku ingin sepertinya~
Lagi-lagi kelebihannya membuatku kelu.
Aku begitu jauh dari kata sempurna.
Jika dibandingkan dengan dia, wanita idamanmu.
Tapi aku begitu ingin, menggapaimu, bersamamu.
Walau itu layaknya kemustahilan yang nyata.
HAHAH, entah ada apa dengan diriku? Dengan hatiku?
Dengan apa yang berhubungan denganmu.
Kau begitu mengacaukan fikiranku.
Mengacaukan setiap apa yang aku lihat, semua seperti berbayang, dan itu tentangmu.
Kau pernah merasa bersalah atas cinta yang kau tanam disini, dihatiku?
Kau pernah tau bagaimana aku merasa bersalah atas cinta yang ada untukmu?
Karena dia, lagi-lagi dia. Kau dan dia adalah orang yang selalu aku salahkan.
Aku begitu iri padanya. Pada dia yang begitu sempurna.
Jauh dibandingkan dengan aku yang tidak ada apa-apanya.
Kau pernah tau aku sering berfikir bagaimana caranya menjadi dia?
Menjadi dia yang selalu kau berikan senyum.
Menjadi dia yang selalu mendapatkan tempat lebih indah dihatimu.
Aku ingin, karena aku ingin dapat tempat yang indah dihatimu.
Dia, aku? Kami jauh berbeda. Dan aku tau, kau pasti tau itu.
Tak pernah ada apa-apanya.
Tapi aku selalu pendam harapan itu, harapan bersamamu.
Dia membuat aku ingin menyerah.
Membuat aku ingin pergi, tapi hatiku menahannya.
Hatiku tak pernah mengizinkanku melepaskanmu walau hanya sedikit.
Juga tak pernah membiarkanku melihat kau dengannya.
Aku cemburu, ku tau aku tak berhak.
Tapi hatiku memaksaku untuk cemburu.
Sebenarnya peristiwa apa yang terjadi antara aku, kau, dan dia.
Kenapa aku selalu menyalahkan kalian?
Kenapa aku selalu tertindas didalam skenario ini?
Kau! Dia! Aku!
Segitigakah kita? Segiempat dengan hatiku yang tak mau mengalah dengan ragaku?
Aku ingin denganmu juga, ingin sesempurna diam agar bisa sedikit saja kau pandang lebih.
Aku ingin diberi kabar, seperti dia yang tanpa menunggu telah kau beri kabar.
Aku ingin sepertinya~
Aku begitu jauh dari kata sempurna.
Jika dibandingkan dengan dia, wanita idamanmu.
Tapi aku begitu ingin, menggapaimu, bersamamu.
Walau itu layaknya kemustahilan yang nyata.
HAHAH, entah ada apa dengan diriku? Dengan hatiku?
Dengan apa yang berhubungan denganmu.
Kau begitu mengacaukan fikiranku.
Mengacaukan setiap apa yang aku lihat, semua seperti berbayang, dan itu tentangmu.
Kau pernah merasa bersalah atas cinta yang kau tanam disini, dihatiku?
Kau pernah tau bagaimana aku merasa bersalah atas cinta yang ada untukmu?
Karena dia, lagi-lagi dia. Kau dan dia adalah orang yang selalu aku salahkan.
Aku begitu iri padanya. Pada dia yang begitu sempurna.
Jauh dibandingkan dengan aku yang tidak ada apa-apanya.
Kau pernah tau aku sering berfikir bagaimana caranya menjadi dia?
Menjadi dia yang selalu kau berikan senyum.
Menjadi dia yang selalu mendapatkan tempat lebih indah dihatimu.
Aku ingin, karena aku ingin dapat tempat yang indah dihatimu.
Dia, aku? Kami jauh berbeda. Dan aku tau, kau pasti tau itu.
Tak pernah ada apa-apanya.
Tapi aku selalu pendam harapan itu, harapan bersamamu.
Dia membuat aku ingin menyerah.
Membuat aku ingin pergi, tapi hatiku menahannya.
Hatiku tak pernah mengizinkanku melepaskanmu walau hanya sedikit.
Juga tak pernah membiarkanku melihat kau dengannya.
Aku cemburu, ku tau aku tak berhak.
Tapi hatiku memaksaku untuk cemburu.
Sebenarnya peristiwa apa yang terjadi antara aku, kau, dan dia.
Kenapa aku selalu menyalahkan kalian?
Kenapa aku selalu tertindas didalam skenario ini?
Kau! Dia! Aku!
Segitigakah kita? Segiempat dengan hatiku yang tak mau mengalah dengan ragaku?
Aku ingin denganmu juga, ingin sesempurna diam agar bisa sedikit saja kau pandang lebih.
Aku ingin diberi kabar, seperti dia yang tanpa menunggu telah kau beri kabar.
Aku ingin sepertinya~
Ada apa~
Bodohnya aku adalah aku tak pernah bisa mengacuhkanmu.
Tak pernah bisa membuatmu tau bahwa aku kecewa.
Aku terlalu takut membuatmu terluka, aku tak pernah bisa membuatmu merasa bahwa aku marah.
Kau, cobalah untuk sedikit peka tanpa kuminta.
Aku ingin kau tau apa yang kurasa.
Aku menunjukannya dari sikapku.
Bisakah kau tau?
Menerka pun tak bisa?
Aku hanya ingin sedikit dimengerti.
Aku tak tau kenapa ini menjadi begitu rumit dan sulit untuk dicari jalan keluarnya.
Sepertinya aku tlah benar-benar terjebak didalam skenario permainanmu.
Atau aku sama seperti tikus yang disuguhi keju tetapi harus mati didalam perangkap?
Apa aku juga?
Apa salahku?
Kenapa aku yang terjebak didalam perangkap itu?
Kenapa aku diuguhi cinta tapi aku harus mati didalamnya?
Kenapa?
Terlalu banyak tanda tanya diantara kita.
Diantara aku, kau, dan keambangan cinta.
Aku ingin kau mengerti. Begitu tak berartikah aku?
Sehingga terlalu mudah untuk dilupakan?
Dan didatangi kembali dikala kau merasa sepi?
Dan kenapa aku terlalu sulit melupakan? Serta terlalu mudah menerimamu kembali yang semula mengacuhkanku?
Dimana kita sekarang?
Benarkah diujung rasa?
Dulu, kau pernah katakan bahwa aku berarti untukmu.
Dulu, kau selalu berusaha ada untukku.
Tapi sekarang?
Kurasa jauh berbeda, kau yang berubah, atau aku yang begitu perasa?
Ada apa denganku, hatiku~
Tak pernah bisa membuatmu tau bahwa aku kecewa.
Aku terlalu takut membuatmu terluka, aku tak pernah bisa membuatmu merasa bahwa aku marah.
Kau, cobalah untuk sedikit peka tanpa kuminta.
Aku ingin kau tau apa yang kurasa.
Aku menunjukannya dari sikapku.
Bisakah kau tau?
Menerka pun tak bisa?
Aku hanya ingin sedikit dimengerti.
Aku tak tau kenapa ini menjadi begitu rumit dan sulit untuk dicari jalan keluarnya.
Sepertinya aku tlah benar-benar terjebak didalam skenario permainanmu.
Atau aku sama seperti tikus yang disuguhi keju tetapi harus mati didalam perangkap?
Apa aku juga?
Apa salahku?
Kenapa aku yang terjebak didalam perangkap itu?
Kenapa aku diuguhi cinta tapi aku harus mati didalamnya?
Kenapa?
Terlalu banyak tanda tanya diantara kita.
Diantara aku, kau, dan keambangan cinta.
Aku ingin kau mengerti. Begitu tak berartikah aku?
Sehingga terlalu mudah untuk dilupakan?
Dan didatangi kembali dikala kau merasa sepi?
Dan kenapa aku terlalu sulit melupakan? Serta terlalu mudah menerimamu kembali yang semula mengacuhkanku?
Dimana kita sekarang?
Benarkah diujung rasa?
Dulu, kau pernah katakan bahwa aku berarti untukmu.
Dulu, kau selalu berusaha ada untukku.
Tapi sekarang?
Kurasa jauh berbeda, kau yang berubah, atau aku yang begitu perasa?
Ada apa denganku, hatiku~
Sabtu, 30 November 2013
Harapan~
Kau sesukanya saja mendatangiku.
Dan begitu juga saat pergi.
Aku tak mengira bahwa kita akan jadi seperti ini.
Ku kira dulu, kita akan menjadi lebih baik.
Ternyata aku salah.
Kenapa aku terus-menerus salah menafsirkan tentangmu?
Apa kita memang tak pernah ada dalam takdirNya?
Aku berharap ada nama kita disana, dengan goresan tinta merah dalam lingkaran cinta.
Tapi ternyata aku, bahkan kau tak bisa paksakan itu.
Tuhan punya caranya untuk menunjukan siapa yang terbaik untuk masing-masing diantara kita.
Mungkin saat ini kaulah cinta yang aku inginkan.
Tapi esok? Nanti? Aku tak tau, tak pernah ingin tau.
Aku hanya ingin menjalani itu sebagai sebuah kejutan dariNya.
Kau? Apakah saat ini cintamu juga adalah aku?
Atau dia? Wanita itu? Yang kau banggakan? HAHAHA aku terlalu mengharapkan wanita itu adalah aku!
Yaah, aku harus menghela nafas saat yang kau sebut ternyata namanya.
Aku? Aku hanya bia diam.
Bukan karena wanita itu dia.
Tapi karena wanita itu bukan aku.
Kenapa aku terus mengharapkanmu?
Berharap yang sangat amat tidak pasti tentang kau. Tentang harapanmu?
Kenapa harus aku yang kau beri harapan?
Tetapi kenapa wanita yang kau cintai malah dia?
Kenapa tidak aku saja?
Yaa, aku memang terlalu ingin bersamamu.
Berharap dapat selalu bersamamu.
Tapi mana mungkin, kau terlalu sibuk dengan dia.
Bahkan untuk memandangmu saja terlalu sulit.
Harapanku terlalu besar~
Dan begitu juga saat pergi.
Aku tak mengira bahwa kita akan jadi seperti ini.
Ku kira dulu, kita akan menjadi lebih baik.
Ternyata aku salah.
Kenapa aku terus-menerus salah menafsirkan tentangmu?
Apa kita memang tak pernah ada dalam takdirNya?
Aku berharap ada nama kita disana, dengan goresan tinta merah dalam lingkaran cinta.
Tapi ternyata aku, bahkan kau tak bisa paksakan itu.
Tuhan punya caranya untuk menunjukan siapa yang terbaik untuk masing-masing diantara kita.
Mungkin saat ini kaulah cinta yang aku inginkan.
Tapi esok? Nanti? Aku tak tau, tak pernah ingin tau.
Aku hanya ingin menjalani itu sebagai sebuah kejutan dariNya.
Kau? Apakah saat ini cintamu juga adalah aku?
Atau dia? Wanita itu? Yang kau banggakan? HAHAHA aku terlalu mengharapkan wanita itu adalah aku!
Yaah, aku harus menghela nafas saat yang kau sebut ternyata namanya.
Aku? Aku hanya bia diam.
Bukan karena wanita itu dia.
Tapi karena wanita itu bukan aku.
Kenapa aku terus mengharapkanmu?
Berharap yang sangat amat tidak pasti tentang kau. Tentang harapanmu?
Kenapa harus aku yang kau beri harapan?
Tetapi kenapa wanita yang kau cintai malah dia?
Kenapa tidak aku saja?
Yaa, aku memang terlalu ingin bersamamu.
Berharap dapat selalu bersamamu.
Tapi mana mungkin, kau terlalu sibuk dengan dia.
Bahkan untuk memandangmu saja terlalu sulit.
Harapanku terlalu besar~
Selasa, 26 November 2013
Sisa kepentinganmu~
Apa itu penting?
Aku tak mengerti arti penting untukmu.
Kau bilang aku penting, tapi kenapa sikapmu menunjukan bahwa aku sama sekali tak penting.
Apakah penting kita memiliki arti yang berbeda?
Aku rasa penting memiliki satu arti saja.
Lalu penting siapa yang benar?
Aku ataukah kau?
Atau arti penting yang sebenarnya hanya kau beri untuknya?
Lalu kenapa harus mengumbar kata penting padaku?
Kenapa aku selalu merasa kau jadikan sisa kepentinganmu?
Apa itu yang kau sebut penting?
Hanya sisa kepentingan?
Mungkin kau fikir aku bahagia, tidak!
Sama sekali aku tidak tau bagaimana rasa bahagia saat dipentingkan.
Tapi jika ini yang kau anggap penting, aku tau bagaimana rasanya menjadi sisa kepentinganmu~
Aku tak mengerti arti penting untukmu.
Kau bilang aku penting, tapi kenapa sikapmu menunjukan bahwa aku sama sekali tak penting.
Apakah penting kita memiliki arti yang berbeda?
Aku rasa penting memiliki satu arti saja.
Lalu penting siapa yang benar?
Aku ataukah kau?
Atau arti penting yang sebenarnya hanya kau beri untuknya?
Lalu kenapa harus mengumbar kata penting padaku?
Kenapa aku selalu merasa kau jadikan sisa kepentinganmu?
Apa itu yang kau sebut penting?
Hanya sisa kepentingan?
Mungkin kau fikir aku bahagia, tidak!
Sama sekali aku tidak tau bagaimana rasa bahagia saat dipentingkan.
Tapi jika ini yang kau anggap penting, aku tau bagaimana rasanya menjadi sisa kepentinganmu~
Ternyata ini hasil penantianku~
Beberapa waktu lalu aku pernah ingin berhenti.
Berhenti menanti orang yang tak pernah pasti, sepertimu.
Tapi ternyata hatiku tak pernah mengizinkannya.
Dan dia memintaku untuk terus bertahan, menantimu.
Ternyata hatiku salah, menantimu bukanlah yang terbaik.
Aku salah, lantas siapa yang sekarang dapat aku salahkan?
Hatiku? Lagi-lagi penyesalan itu kembali ada.
Dan kau yang membuat itu ada.
Kau pernah tau? Aku menantimu, karena aku mengira harapan yang kau beri akan menjadi nyata.
Tapi aku salah, harapan itu ternyata semu.
Layaknya fatamorgana ditengah padang pasir.
Kau mengira aku suka dengan caramu?
Kau salah besar!!!!!!!!
Ku kira kau bisa tau aku ingin kau, bukan sekedar harapan yang kau berikan.
Kau tak pernah merasa bersalah saat harus datang dan pergi sesukamu.
Lalu harus aku?
Haruskah aku yang merasa bahwa ini adalah kesalahanku?
Kesalahan menanti orang sepertimu~
Berhenti menanti orang yang tak pernah pasti, sepertimu.
Tapi ternyata hatiku tak pernah mengizinkannya.
Dan dia memintaku untuk terus bertahan, menantimu.
Ternyata hatiku salah, menantimu bukanlah yang terbaik.
Aku salah, lantas siapa yang sekarang dapat aku salahkan?
Hatiku? Lagi-lagi penyesalan itu kembali ada.
Dan kau yang membuat itu ada.
Kau pernah tau? Aku menantimu, karena aku mengira harapan yang kau beri akan menjadi nyata.
Tapi aku salah, harapan itu ternyata semu.
Layaknya fatamorgana ditengah padang pasir.
Kau mengira aku suka dengan caramu?
Kau salah besar!!!!!!!!
Ku kira kau bisa tau aku ingin kau, bukan sekedar harapan yang kau berikan.
Kau tak pernah merasa bersalah saat harus datang dan pergi sesukamu.
Lalu harus aku?
Haruskah aku yang merasa bahwa ini adalah kesalahanku?
Kesalahan menanti orang sepertimu~
Senin, 25 November 2013
Sebenarnya apa yang aku miliki? Kau atau harapan yang kau berikan?
Terkadang aku kebingungan, ketika banyak orang bertanya tentang kita.
Ada apa dengan kita? Dan bagaimana dengan kita?
Aku pun tak tau ada apa, dan bagaimana kita.
HAHAHA, aku terlalu gila jika harus menanggapi semuanya.
Karena aku pun tak tau apa yang aku miliki, kau atau harapan yang kau beri?
Kenapa tak pernah ada kata pasti?
Kenapa harus ada kita diantara keambangan.
Keambangan bertahan atau melepaskan.
Aku? Kau? Tak pernah tau ada apa.
Terlalu banyak orang yang berkoar tentang kita, saat aku pun tak tau dengan kita.
Entah apa yang mereka bicarakan?
Hubungan kita? Apa benar kau milikku?
Cinta? Apa itu sebuah bukti? Tanpa ada kata pasti, ku rasa itu hanya secerca asa, harapan.
Ketika orang lain bebas cemburu, aku?
Aku hanya bisa menahan air mataku yang hendak jatuh sendiri.
Aku tak berhak untuk marah, kau tak pernah izinkan itu karena kau bukan milikku.
Tapi lagi-lagi sikapmu meyakinkanku bahwa kau adalah MILIKKU.
Lantas kenapa datang dan pergi? Apa itu hanya harapan semu?
Lantas untuk apa harapan itu? Untuk membuat aku jatuh? Sakit?
Waw sekali caramu, membuat aku cinta kemudian jatuh? Sakit sekali.
Untuk apa kau membuat aku yakin bahwa kau milikku?
Jika yang aku miliki darimu hanyalah sebuah harapan~
Ada apa dengan kita? Dan bagaimana dengan kita?
Aku pun tak tau ada apa, dan bagaimana kita.
HAHAHA, aku terlalu gila jika harus menanggapi semuanya.
Karena aku pun tak tau apa yang aku miliki, kau atau harapan yang kau beri?
Kenapa tak pernah ada kata pasti?
Kenapa harus ada kita diantara keambangan.
Keambangan bertahan atau melepaskan.
Aku? Kau? Tak pernah tau ada apa.
Terlalu banyak orang yang berkoar tentang kita, saat aku pun tak tau dengan kita.
Entah apa yang mereka bicarakan?
Hubungan kita? Apa benar kau milikku?
Cinta? Apa itu sebuah bukti? Tanpa ada kata pasti, ku rasa itu hanya secerca asa, harapan.
Ketika orang lain bebas cemburu, aku?
Aku hanya bisa menahan air mataku yang hendak jatuh sendiri.
Aku tak berhak untuk marah, kau tak pernah izinkan itu karena kau bukan milikku.
Tapi lagi-lagi sikapmu meyakinkanku bahwa kau adalah MILIKKU.
Lantas kenapa datang dan pergi? Apa itu hanya harapan semu?
Lantas untuk apa harapan itu? Untuk membuat aku jatuh? Sakit?
Waw sekali caramu, membuat aku cinta kemudian jatuh? Sakit sekali.
Untuk apa kau membuat aku yakin bahwa kau milikku?
Jika yang aku miliki darimu hanyalah sebuah harapan~
Sabtu, 23 November 2013
Siapa dia? Apakah aku kalah penting dengannya?
Aku tak terlalu mengerti kenapa hatiku berdesir hebat saat melihat kau dengannya.
Bahkan walau hanya berbicara biasa.
Mungkinkah aku terlalu pencemburu?
Tapi bukan tanpa alasan, ku takut kau malah mencintainya.
Aku risih saat kau selalu sebut dia, dia, dan dia.
Entah itu saat kau berbicara denganku, ataupun saat kau bercerita tentang hidupmu.
Ada apa dengan dia? Kenapa dia seakan lebih penting dariku?
Aku takut, nanti dia lebih penting dariku.
Dan lebih sering bersamamu.
Aku, bukan ingin menyita semua waktumu, hanya untukku.
Sungguh tidak akan pernah aku lakukan hal seperti itu.
Tapi lagi-lagi dia, kau selalu ingin pergi dengannya, menceritakan tentangnya.
Apakah pernah kau cerita juga tentangku pada dia?
Aku juga ingin sama seperti dia yang selalu kau banggakan.
Aku cemburu bukan tanpa sebab, aku hanya takut nanti kau pergi dengannya.
Salahkah cemburu ku ini?
Benar kan kau milikku? Aku tak mengada-adakannya.
Lalu salahkah aku untuk cemburu?
Dia, dia dan dia. Terkadang aku hingga muak mendengarnya.
Pentingkah dia untukmu? Lalu aku?
Kenapa datang padaku yang tidak penting ini jika dia sangat teramat penting untukmu?
Kenapa tidak padanya?
Kenapa harus membuat aku mencintaimu terlebih dulu baru kau katakan ada yang lebih penting dariku.
Aku tak bermaksud untuk selalu mengaturmu, aku tau, kau tak suka.
Tapi bisakah sedikit mengerti bahwa aku pun ingin sama dengannya, bahkan aku ingin lebih darinya.
Aku ingin lebih penting darinya, tidak seperti saat ini.
Aku ini siapa untukmu? Pantaskah aku pertanyakan itu berulang kali?
Kau selalu menjawab dengan satu senyuman, apa arti senyum itu?
Benarkah aku ini milikmu? Atau hanya?
Ah entahlah, aku pun tak mengerti.
Kita, aku, dan kau terlalu tidak jelas dalam hal ini.
Atau bahkan aku yang terlalu bodoh tak bisa menafsirkan senyum misterius mu?
Beri tau aku, jika benar dia lebih penting, aku akan pergi.
Aku selalu menganggapmu penting, selalu memberi kabar untukmu.
Tapi pentingkah itu untukmu?
Atau jangan-jangan disana kau sedang gelisah menunggu kabar darinya?
Sama seperti aku yang gelisah memikirkan apa kabarmu~
Bahkan walau hanya berbicara biasa.
Mungkinkah aku terlalu pencemburu?
Tapi bukan tanpa alasan, ku takut kau malah mencintainya.
Aku risih saat kau selalu sebut dia, dia, dan dia.
Entah itu saat kau berbicara denganku, ataupun saat kau bercerita tentang hidupmu.
Ada apa dengan dia? Kenapa dia seakan lebih penting dariku?
Aku takut, nanti dia lebih penting dariku.
Dan lebih sering bersamamu.
Aku, bukan ingin menyita semua waktumu, hanya untukku.
Sungguh tidak akan pernah aku lakukan hal seperti itu.
Tapi lagi-lagi dia, kau selalu ingin pergi dengannya, menceritakan tentangnya.
Apakah pernah kau cerita juga tentangku pada dia?
Aku juga ingin sama seperti dia yang selalu kau banggakan.
Aku cemburu bukan tanpa sebab, aku hanya takut nanti kau pergi dengannya.
Salahkah cemburu ku ini?
Benar kan kau milikku? Aku tak mengada-adakannya.
Lalu salahkah aku untuk cemburu?
Dia, dia dan dia. Terkadang aku hingga muak mendengarnya.
Pentingkah dia untukmu? Lalu aku?
Kenapa datang padaku yang tidak penting ini jika dia sangat teramat penting untukmu?
Kenapa tidak padanya?
Kenapa harus membuat aku mencintaimu terlebih dulu baru kau katakan ada yang lebih penting dariku.
Aku tak bermaksud untuk selalu mengaturmu, aku tau, kau tak suka.
Tapi bisakah sedikit mengerti bahwa aku pun ingin sama dengannya, bahkan aku ingin lebih darinya.
Aku ingin lebih penting darinya, tidak seperti saat ini.
Aku ini siapa untukmu? Pantaskah aku pertanyakan itu berulang kali?
Kau selalu menjawab dengan satu senyuman, apa arti senyum itu?
Benarkah aku ini milikmu? Atau hanya?
Ah entahlah, aku pun tak mengerti.
Kita, aku, dan kau terlalu tidak jelas dalam hal ini.
Atau bahkan aku yang terlalu bodoh tak bisa menafsirkan senyum misterius mu?
Beri tau aku, jika benar dia lebih penting, aku akan pergi.
Aku selalu menganggapmu penting, selalu memberi kabar untukmu.
Tapi pentingkah itu untukmu?
Atau jangan-jangan disana kau sedang gelisah menunggu kabar darinya?
Sama seperti aku yang gelisah memikirkan apa kabarmu~
Kau buat ia jatuh lagi~
Hay orang yang selalu aku doakan disetiap sujudku.
Apa kabarmu baik-baik saja?
Aku tau kau tak pernah ingin tau tentang aku, tapi aku ingin memberimu tau bahwa aku pun baik-baik saja.
Tapi ada satu, ia (baca: air mata) jatuh lagi.
Entah kenapa? Ada apa?
Mungkinkah itu karenamu?
Maaf jika aku terlalu sering menyalahkanmu atas tetes air mata ini.
Tapi karena aku rasa kau lah penyebab ia jatuh.
Aku, jujur saja merindukanmu.
Tapi pedulikah engkau?
Percayakah engkau?
Aku memang selalu diam saat didepanmu.
Bukan karena aku benci, tapi aku tak sanggup berbicara.
Mulut ku terlalu kaku untuk bergerak, walau hanya sekedar ingin menyapa.
Aku tau, mungkin itulah penyebab kau ingin jauh dariku.
Tapi kau tak tau bagaimana aku saat kau tak ada?
Ia jatuh lagi, aku terlalu merindukanmu.
Aku mencintaimu!
Aku hanya tak mengatakannya, karena aku tau kau tak suka kata-kata itu.
Aku tidak mengada-ada, kau memang tak suka!
Jika kau suka, tak mungkin kita berakhir?
Aku menyembunyikannya. Ya, aku terlalu pintar menyembunyikannya, hingga kau tak tau.
Karena aku rasa kau tak perlu tau.
Jika kau tau pun, aku tak yakin kita akan kembali seperti dulu. Saat ada kita pertama kali.
Tolong mengerti, walau aku terlalu sulit dimengerti.
Tolong pahami, walau aku terlalu sulit dipahami.
Kau hanya perlu sedikit peka untuk membongkar cinta yang aku sembunyikan.
Kau hanya perlu mendengarkan aku, hanya perlu tersenyum, serta bercanda denganku.
Karena kebodohanku disana, aku seperti orang bodoh jika kau telah tersenyum padaku.
Dan aku pastikan, seketika kau akan tau bahwa cinta itu masih ada.
Dan aku mohon, jangan buat ia jatuh lagi~
Apa kabarmu baik-baik saja?
Aku tau kau tak pernah ingin tau tentang aku, tapi aku ingin memberimu tau bahwa aku pun baik-baik saja.
Tapi ada satu, ia (baca: air mata) jatuh lagi.
Entah kenapa? Ada apa?
Mungkinkah itu karenamu?
Maaf jika aku terlalu sering menyalahkanmu atas tetes air mata ini.
Tapi karena aku rasa kau lah penyebab ia jatuh.
Aku, jujur saja merindukanmu.
Tapi pedulikah engkau?
Percayakah engkau?
Aku memang selalu diam saat didepanmu.
Bukan karena aku benci, tapi aku tak sanggup berbicara.
Mulut ku terlalu kaku untuk bergerak, walau hanya sekedar ingin menyapa.
Aku tau, mungkin itulah penyebab kau ingin jauh dariku.
Tapi kau tak tau bagaimana aku saat kau tak ada?
Ia jatuh lagi, aku terlalu merindukanmu.
Aku mencintaimu!
Aku hanya tak mengatakannya, karena aku tau kau tak suka kata-kata itu.
Aku tidak mengada-ada, kau memang tak suka!
Jika kau suka, tak mungkin kita berakhir?
Aku menyembunyikannya. Ya, aku terlalu pintar menyembunyikannya, hingga kau tak tau.
Karena aku rasa kau tak perlu tau.
Jika kau tau pun, aku tak yakin kita akan kembali seperti dulu. Saat ada kita pertama kali.
Tolong mengerti, walau aku terlalu sulit dimengerti.
Tolong pahami, walau aku terlalu sulit dipahami.
Kau hanya perlu sedikit peka untuk membongkar cinta yang aku sembunyikan.
Kau hanya perlu mendengarkan aku, hanya perlu tersenyum, serta bercanda denganku.
Karena kebodohanku disana, aku seperti orang bodoh jika kau telah tersenyum padaku.
Dan aku pastikan, seketika kau akan tau bahwa cinta itu masih ada.
Dan aku mohon, jangan buat ia jatuh lagi~
Untuk orang yang tak pernah tau~
Aku mungkin salah, ya, salah mencintaimu.
Aku tak pernah berfikir terlalu panjang sebelumnya
Bahwa akan ada sakit bila mencintaimu.
Ku kira hatiku akan selalu berbunga-bunga saat awal aku jatuh cinta.
Tapi ternyata aku salah, semua tak seperti yang aku kira.
Tetes demi tetes mulai jatuh dan pipiku ternyata mulai basah.
Ternyata mencintaimu tak seindah saat aku melihat senyummu.
Kau tak pernah tau, ya, karena aku tak pernah memberi taumu.
Bukan karena aku tak ingin memberi tau.
Tapi aku tak yakin semuanya akan berbalas, dan kau juga mencintaiku.
Aku takut mengatakannya hanyalah bomerang yang membuat aku jauh darimu.
Sungguh, aku merasa tersiksa dengan ini semua.
Pernah terbesit untuk melupakan serta membuatmu pergi dari sini, hatiku!
Tapi tak kunjung bisa, aku hanya menemukan cara awal kegagalan.
Sesulit inikah ketika harus menjauh?
Kenapa tak semudah jatuh cinta?
Kita? Aku tak pernah mendengar kau mengatakan kita.
Ya, karena aku memang tak pernah ada, terutama disana, dihatimu!
Hanya aku yang menganggap bahwa kita itu ada. Tapi aku rasa salah.
Aku tak bisa anggap semua itu ada, jika hanya aku, tanpa kau!
Kenapa? Lantas kenapa aku bisa jatuh cinta?
Bukankah itu punya awal? Apa yang membuat aku menyimpan kau dihatiku?
Jika bukan hal-hal yang indah?
Berarti, dulu kau pernah beri aku cinta bukan?
Tapi sayang, itu hanya semu!
Izinkan aku untuk menjauh, pergilah, jika tak bisa cepat aku mohon perlahan.
Aku tak ingin kau ada dihatiku berlama-lama.
Jika disini, kau hanya membuat ia hancur~
Aku tak pernah berfikir terlalu panjang sebelumnya
Bahwa akan ada sakit bila mencintaimu.
Ku kira hatiku akan selalu berbunga-bunga saat awal aku jatuh cinta.
Tapi ternyata aku salah, semua tak seperti yang aku kira.
Tetes demi tetes mulai jatuh dan pipiku ternyata mulai basah.
Ternyata mencintaimu tak seindah saat aku melihat senyummu.
Kau tak pernah tau, ya, karena aku tak pernah memberi taumu.
Bukan karena aku tak ingin memberi tau.
Tapi aku tak yakin semuanya akan berbalas, dan kau juga mencintaiku.
Aku takut mengatakannya hanyalah bomerang yang membuat aku jauh darimu.
Sungguh, aku merasa tersiksa dengan ini semua.
Pernah terbesit untuk melupakan serta membuatmu pergi dari sini, hatiku!
Tapi tak kunjung bisa, aku hanya menemukan cara awal kegagalan.
Sesulit inikah ketika harus menjauh?
Kenapa tak semudah jatuh cinta?
Kita? Aku tak pernah mendengar kau mengatakan kita.
Ya, karena aku memang tak pernah ada, terutama disana, dihatimu!
Hanya aku yang menganggap bahwa kita itu ada. Tapi aku rasa salah.
Aku tak bisa anggap semua itu ada, jika hanya aku, tanpa kau!
Kenapa? Lantas kenapa aku bisa jatuh cinta?
Bukankah itu punya awal? Apa yang membuat aku menyimpan kau dihatiku?
Jika bukan hal-hal yang indah?
Berarti, dulu kau pernah beri aku cinta bukan?
Tapi sayang, itu hanya semu!
Izinkan aku untuk menjauh, pergilah, jika tak bisa cepat aku mohon perlahan.
Aku tak ingin kau ada dihatiku berlama-lama.
Jika disini, kau hanya membuat ia hancur~
Sabtu, 16 November 2013
Benarkah cinta tak pernah salah?
Aku tak pernah tau, apakah cinta tak pernah salah?
Aku pun tak begitu mengerti, mengapa cinta tak pernah salah?
Lantas mengapa aku merasa salah mencintai orang sepertimu?
Kau, tak pernah tau. Apa yang aku fikirkan, apa yang aku rasa. Itulah kenapa aku merasa bahwa cinta adalah kesalahan, terutama mencintaimu!
Bahkan saat ini aku mencari cara untuk mengetahui pembenarannya.
Aku menemukannya! Tetapi aku lagi-lagi merasa cinta adalah kesalahan, dan itu karenamu!
Karena kau yang terlalu suka datang dan pergi sesukamu. Kadang aku merasa bukan yang kau pilih.
Tapi dilain sisi kau begitu meyakinkan aku.
Lantas dimanakah aku sekarang aku berada? Dihatimu? Atau ditempat lain yang tak pernah kau ingin tau?
Kadang, aku merasa seperti sebuah danau, yang kau kunjungi saat sedih dan tak pernah kau jamah saat kau bahagia.
Apa aku hanya sekedar penghibur dukamu?
Dan tak bisakah lebih dari itu?
Kenapa selalu dia? Dia? dan dia lagi?
Untukmu yang membuat aku merasa cinta adalah kesalahan,
Izinkan aku untuk bisa bahagia sepertimu, ku mohon.
Jangan datang dan pergi sesukamu
Tumben ya saya rada galau malem ini, bukan galau sih *nanya ndiri jawab ndiri* haha. Cuma lagi pengen ngetik kata-kata sok romantis yang bener-bener gak romantis. Karena saya bukan seorang pembuat puisi yang baik wkwk
Oke thanks for you visit, see you babay~
Aku pun tak begitu mengerti, mengapa cinta tak pernah salah?
Lantas mengapa aku merasa salah mencintai orang sepertimu?
Kau, tak pernah tau. Apa yang aku fikirkan, apa yang aku rasa. Itulah kenapa aku merasa bahwa cinta adalah kesalahan, terutama mencintaimu!
Bahkan saat ini aku mencari cara untuk mengetahui pembenarannya.
Aku menemukannya! Tetapi aku lagi-lagi merasa cinta adalah kesalahan, dan itu karenamu!
Karena kau yang terlalu suka datang dan pergi sesukamu. Kadang aku merasa bukan yang kau pilih.
Tapi dilain sisi kau begitu meyakinkan aku.
Lantas dimanakah aku sekarang aku berada? Dihatimu? Atau ditempat lain yang tak pernah kau ingin tau?
Kadang, aku merasa seperti sebuah danau, yang kau kunjungi saat sedih dan tak pernah kau jamah saat kau bahagia.
Apa aku hanya sekedar penghibur dukamu?
Dan tak bisakah lebih dari itu?
Kenapa selalu dia? Dia? dan dia lagi?
Untukmu yang membuat aku merasa cinta adalah kesalahan,
Izinkan aku untuk bisa bahagia sepertimu, ku mohon.
Jangan datang dan pergi sesukamu
Tumben ya saya rada galau malem ini, bukan galau sih *nanya ndiri jawab ndiri* haha. Cuma lagi pengen ngetik kata-kata sok romantis yang bener-bener gak romantis. Karena saya bukan seorang pembuat puisi yang baik wkwk
Oke thanks for you visit, see you babay~
Rabu, 23 Januari 2013
Bimbang -___-
Assalamualaikum xD apa kabar kalian? *teriak pake toak sekolah* sumpah demi apa mungkin gue udah lama banget kaga ngisi ini blog gue xD Maap ya semuaa, gue sibuk nih | Sibuk apa? | Sibuk galau xD
Ah bodo dah ngeladenin omongan ga jelas dari gue, mending kita cerita- cerita yok, tapi cerita apaan coba? Bete gue xD Tangan gue udah pengen nulis cerita ga jelas, di rem tapi kaya motor rem nya ilang kendali gitu *parah* yaudah deh cekidot langsung liat cerita gue
Suatu hari, eh ko gue malah kaya ngedongeng gini sih? Emang nya gue pak raden ye yang suka bacain dongeng buat kita? Lo aja deh ya, gue udah tua ga suka lagi denger dongeng. Apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa? haha yaudah cekidot
Gini nih ya, beberapa hari ini. Tapi kayanya lebih tepat beberapa minggu lalu. Belom nyampe sebulan juga deh kayaknya xD yaudahla pusing ngitungin hari mending denger lagi. Gue, iya gue. Gue mulai rada ragu sama jurusan apa yang gue pilih. Gue ini bego ga sih? Gue juga kurang tau dan berharap gue pinter dong ya.
Tapi saat fisika kemarin gue mulai sedikit PUSA alias PutuS hArapan *caw gue rada alay maklumin yey* wkwk gue mulai kesusahan -___- gue mau nangis sampe palembang banjir sebanjir nya dan ngalahin jakarta ato dimanapun kalian berada *eh otak gue* tapi gue harus tetap semangat. Kedokteran harus gue raih, harus. Gue harus semangat. Kata nenek gue di inggris sana ' you can if you want' jadi ya kalo kita mau pasti kita bisa. Semua berawal dari mimpi, asal ga mimpiin hantu ya xD
Ah tangan gue masih pengen ngetik, tapi apa lagi ya? Bingung ah. Yaudah lah, ga tau mau bahas apa lagi. Cerita juga entar lo pada bosen *eh tapi kan lo ga pernah bosen dengerin cerita gue* pede tingkat tinggi. Ah pokoknya gue kangen pake begete sama ini blog yang jarang gue isi, doain aja semoga gue nambah males ngisinya xD peace ya.
Yaudah ah dari pada gue bacot ga jelas at here, mending gue singing at market *alias ngamen* wkwk maap kalo bahasa inggris gue kebagusan, gue tau semua yang gue miliki serba serba bagus karna Allah ngasih semua yang terindah kepada umatnya, makanya mak gue ngasih gue nama 'Indah' haha gue jadi promosi nama deh xD
Yaudah gue tutup coretan ini Wassalamualaikum xD
Ah bodo dah ngeladenin omongan ga jelas dari gue, mending kita cerita- cerita yok, tapi cerita apaan coba? Bete gue xD Tangan gue udah pengen nulis cerita ga jelas, di rem tapi kaya motor rem nya ilang kendali gitu *parah* yaudah deh cekidot langsung liat cerita gue
Suatu hari, eh ko gue malah kaya ngedongeng gini sih? Emang nya gue pak raden ye yang suka bacain dongeng buat kita? Lo aja deh ya, gue udah tua ga suka lagi denger dongeng. Apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa? haha yaudah cekidot
Gini nih ya, beberapa hari ini. Tapi kayanya lebih tepat beberapa minggu lalu. Belom nyampe sebulan juga deh kayaknya xD yaudahla pusing ngitungin hari mending denger lagi. Gue, iya gue. Gue mulai rada ragu sama jurusan apa yang gue pilih. Gue ini bego ga sih? Gue juga kurang tau dan berharap gue pinter dong ya.
Tapi saat fisika kemarin gue mulai sedikit PUSA alias PutuS hArapan *caw gue rada alay maklumin yey* wkwk gue mulai kesusahan -___- gue mau nangis sampe palembang banjir sebanjir nya dan ngalahin jakarta ato dimanapun kalian berada *eh otak gue* tapi gue harus tetap semangat. Kedokteran harus gue raih, harus. Gue harus semangat. Kata nenek gue di inggris sana ' you can if you want' jadi ya kalo kita mau pasti kita bisa. Semua berawal dari mimpi, asal ga mimpiin hantu ya xD
Ah tangan gue masih pengen ngetik, tapi apa lagi ya? Bingung ah. Yaudah lah, ga tau mau bahas apa lagi. Cerita juga entar lo pada bosen *eh tapi kan lo ga pernah bosen dengerin cerita gue* pede tingkat tinggi. Ah pokoknya gue kangen pake begete sama ini blog yang jarang gue isi, doain aja semoga gue nambah males ngisinya xD peace ya.
Yaudah ah dari pada gue bacot ga jelas at here, mending gue singing at market *alias ngamen* wkwk maap kalo bahasa inggris gue kebagusan, gue tau semua yang gue miliki serba serba bagus karna Allah ngasih semua yang terindah kepada umatnya, makanya mak gue ngasih gue nama 'Indah' haha gue jadi promosi nama deh xD
Yaudah gue tutup coretan ini Wassalamualaikum xD
Langganan:
Postingan (Atom)