Dia tak bisa membuatku melupakanmu meski sedetik.
Jadi jangan paksa aku untuk mencintai sahabatmu itu.
Cintaku adalah kau!
Dekat dengannya membuatku semakin tersiksa.
Tersiksa karena sebenernya yang aku perhatikan adalah kau.
Jika benar cintamu bukanlah aku, maka biarkan aku memandangmu dari kejauhan saja.
tak perlu dekat tapi yang tersiksa juga aku.
Biarkan waktu mempertemukan kita dilain waktu.
Dimasa mungkin kau telah mampu mencintaiku L A G I !
Dan dimana aku masih menjaga hati untuk kau saja.
Dari berbagai dimensi waktu yang aku lalui, hingga detik ini.
Tak kutemukan yang seperti kau.
Yang mampu membuat aku mencintai sebegitunya.
Hingga detik ini.
Hingga aku rela membiarkan laki-laki diluar sana mencari wanita lain.
Karenaku menantimu!
Mungkinkah kau tau?
Kau hanya memikirkan bagaimana sahabatmu mencintaiku.
Kau tak tau bagaimana aku mencintaimu.
Aku tau kau tak seperti sahabatmu yang selalu ada untukku.
Tapi itu tak mengubah hatiku, cintaku adalah kau!
Belum terganti, atau mungkin benar tak terganti?
Aku selalu saja berharap Tuhan menulis nama kita diantara cinta.
Berharap kau datang dengan sebuah bunga, dengan lengkungan senyum indah.
Hanya itu, mungkinkah terlalu tinggi harapku?
Aku memang pengkhayal handal, apalagi mengkhayal tentangmu.
Berharap kita bersama dikelak nanti.
Haaaah, kenapa sahabatmu. Kenapa tak kau?
Kenapa pula harus kau yang meminta aku mencintainya?
Bukankah kau tau untuk menolak pintamu adalah sulit untukku.
Mengangguk iya, tapi tak untuk hatiku.
Biarkan aku berdusta untuk bertahan lebih lama menatapmu.
Jika seandainya nanti kita benar tak bertemu.
Akan aku kirimkan pesan ini, entah lewat apa.
Mungkin mimpi indah adalah jalannya.
Aku minta kau sampaikan sejuta maafku untuk sahabatmu.
Karena dia mencintai aku yang mencintai kau.
Dan untuk kau, biarkan cinta itu masih dihatiku.
Kuharap kau sama, cintamu juga untukku, 23~