Sabtu, 30 November 2013

Harapan~

Kau sesukanya saja mendatangiku.
Dan begitu juga saat pergi.
Aku tak mengira bahwa kita akan jadi seperti ini.
Ku kira dulu, kita akan menjadi lebih baik.
Ternyata aku salah.
Kenapa aku terus-menerus salah menafsirkan tentangmu?
Apa kita memang tak pernah ada dalam takdirNya?
Aku berharap ada nama kita disana, dengan goresan tinta merah dalam lingkaran cinta.
Tapi ternyata aku, bahkan kau tak bisa paksakan itu.
Tuhan punya caranya untuk menunjukan siapa yang terbaik untuk masing-masing diantara kita.
Mungkin saat ini kaulah cinta yang aku inginkan.
Tapi esok? Nanti? Aku tak tau, tak pernah ingin tau.
Aku hanya ingin menjalani itu sebagai sebuah kejutan dariNya.
Kau? Apakah saat ini cintamu juga adalah aku?
Atau dia? Wanita itu? Yang kau banggakan? HAHAHA aku terlalu mengharapkan wanita itu adalah aku!
Yaah, aku harus menghela nafas saat yang kau sebut ternyata namanya.
Aku? Aku hanya bia diam.
Bukan karena wanita itu dia.
Tapi karena wanita itu bukan aku.
Kenapa aku terus mengharapkanmu?
Berharap yang sangat amat tidak pasti tentang kau. Tentang harapanmu?
Kenapa harus aku yang kau beri harapan?
Tetapi kenapa wanita yang kau cintai malah dia?
Kenapa tidak aku saja?
Yaa, aku memang terlalu ingin bersamamu.
Berharap dapat selalu bersamamu.
Tapi mana mungkin, kau terlalu sibuk dengan dia.
Bahkan untuk memandangmu saja terlalu sulit.
Harapanku terlalu besar~

Selasa, 26 November 2013

Sisa kepentinganmu~

Apa itu penting?
Aku tak mengerti arti penting untukmu.
Kau bilang aku penting, tapi kenapa sikapmu menunjukan bahwa aku sama sekali tak penting.
Apakah penting kita memiliki arti yang berbeda?
Aku rasa penting memiliki satu arti saja.
Lalu penting siapa yang benar?
Aku ataukah kau?
Atau arti penting yang sebenarnya hanya kau beri untuknya?
Lalu kenapa harus mengumbar kata penting padaku?
Kenapa aku selalu merasa kau jadikan sisa kepentinganmu?
Apa itu yang kau sebut penting?
Hanya sisa kepentingan?
Mungkin kau fikir aku bahagia, tidak!
Sama sekali aku tidak tau bagaimana rasa bahagia saat dipentingkan.
Tapi jika ini yang kau anggap penting, aku tau bagaimana rasanya menjadi sisa kepentinganmu~

Ternyata ini hasil penantianku~

Beberapa waktu lalu aku pernah ingin berhenti.
Berhenti menanti orang yang tak pernah pasti, sepertimu.
Tapi ternyata hatiku tak pernah mengizinkannya.
Dan dia memintaku untuk terus bertahan, menantimu.
Ternyata hatiku salah, menantimu bukanlah yang terbaik.
Aku salah, lantas siapa yang sekarang dapat aku salahkan?
Hatiku? Lagi-lagi penyesalan itu kembali ada.
Dan kau yang membuat itu ada.
Kau pernah tau? Aku menantimu, karena aku mengira harapan yang kau beri akan menjadi nyata.
Tapi aku salah, harapan itu ternyata semu.
Layaknya fatamorgana ditengah padang pasir.
Kau mengira aku suka dengan caramu?
Kau salah besar!!!!!!!!
Ku kira kau bisa tau aku ingin kau, bukan sekedar harapan yang kau berikan.
Kau tak pernah merasa bersalah saat harus datang dan pergi sesukamu.
Lalu harus aku?
Haruskah aku yang merasa bahwa ini adalah kesalahanku?
Kesalahan menanti orang sepertimu~

Senin, 25 November 2013

Sebenarnya apa yang aku miliki? Kau atau harapan yang kau berikan?

Terkadang aku kebingungan, ketika banyak orang bertanya tentang kita.
Ada apa dengan kita? Dan bagaimana dengan kita?
Aku pun tak tau ada apa, dan bagaimana kita.
HAHAHA, aku terlalu gila jika harus menanggapi semuanya.
Karena aku pun tak tau apa yang aku miliki, kau atau harapan yang kau beri?
Kenapa tak pernah ada kata pasti?
Kenapa harus ada kita diantara keambangan.
Keambangan bertahan atau melepaskan.
Aku? Kau? Tak pernah tau ada apa.
Terlalu banyak orang yang berkoar tentang kita, saat aku pun tak tau dengan kita.
Entah apa yang mereka bicarakan?
Hubungan kita? Apa benar kau milikku?
Cinta? Apa itu sebuah bukti? Tanpa ada kata pasti, ku rasa itu hanya secerca asa, harapan.
Ketika orang lain bebas cemburu, aku?
Aku hanya bisa menahan air mataku yang hendak jatuh sendiri.
Aku tak berhak untuk marah, kau tak pernah izinkan itu karena kau bukan milikku.
Tapi lagi-lagi sikapmu meyakinkanku bahwa kau adalah MILIKKU.
Lantas kenapa datang dan pergi? Apa itu hanya harapan semu?
Lantas untuk apa harapan itu? Untuk membuat aku jatuh? Sakit?
Waw sekali caramu, membuat aku cinta kemudian jatuh? Sakit sekali.
Untuk apa kau membuat aku yakin bahwa kau milikku?
Jika yang aku miliki darimu hanyalah sebuah harapan~

Sabtu, 23 November 2013

Siapa dia? Apakah aku kalah penting dengannya?

Aku tak terlalu mengerti kenapa hatiku berdesir hebat saat melihat kau dengannya.
Bahkan walau hanya berbicara biasa.
Mungkinkah aku terlalu pencemburu?
Tapi bukan tanpa alasan, ku takut kau malah mencintainya.
Aku risih saat kau selalu sebut dia, dia, dan dia.
Entah itu saat kau berbicara denganku, ataupun saat kau bercerita tentang hidupmu.
Ada apa dengan dia? Kenapa dia seakan lebih penting dariku?
Aku takut, nanti dia lebih penting dariku.
Dan lebih sering bersamamu.
Aku, bukan ingin menyita semua waktumu, hanya untukku.
Sungguh tidak akan pernah aku lakukan hal seperti itu.
Tapi lagi-lagi dia, kau selalu ingin pergi dengannya, menceritakan tentangnya.
Apakah pernah kau cerita juga tentangku pada dia?
Aku juga ingin sama seperti dia yang selalu kau banggakan.
Aku cemburu bukan tanpa sebab, aku hanya takut nanti kau pergi dengannya.
Salahkah cemburu ku ini?
Benar kan kau milikku? Aku tak mengada-adakannya.
Lalu salahkah aku untuk cemburu?
Dia, dia dan dia. Terkadang aku hingga muak mendengarnya.
Pentingkah dia untukmu? Lalu aku?
Kenapa datang padaku yang tidak penting ini jika dia sangat teramat penting untukmu?
Kenapa tidak padanya?
Kenapa harus membuat aku mencintaimu terlebih dulu baru kau katakan ada yang lebih penting dariku.
Aku tak bermaksud untuk selalu mengaturmu, aku tau, kau tak suka.
Tapi bisakah sedikit mengerti bahwa aku pun ingin sama dengannya, bahkan aku ingin lebih darinya.
Aku ingin lebih penting darinya, tidak seperti saat ini.
Aku ini siapa untukmu? Pantaskah aku pertanyakan itu berulang kali?
Kau selalu menjawab dengan satu senyuman, apa arti senyum itu?
Benarkah aku ini milikmu? Atau hanya?
Ah entahlah, aku pun tak mengerti.
Kita, aku, dan kau terlalu tidak jelas dalam hal ini.
Atau bahkan aku yang terlalu bodoh tak bisa menafsirkan senyum misterius mu?
Beri tau aku, jika benar dia lebih penting, aku akan pergi.
Aku selalu menganggapmu penting, selalu memberi kabar untukmu.
Tapi pentingkah itu untukmu?
Atau jangan-jangan disana kau sedang gelisah menunggu kabar darinya?
Sama seperti aku yang gelisah memikirkan apa kabarmu~

Kau buat ia jatuh lagi~

Hay orang yang selalu aku doakan disetiap sujudku.
Apa kabarmu baik-baik saja?
Aku tau kau tak pernah ingin tau tentang aku, tapi aku ingin memberimu tau bahwa aku pun baik-baik saja.
Tapi ada satu, ia (baca: air mata) jatuh lagi.
Entah kenapa? Ada apa?
Mungkinkah itu karenamu?
Maaf jika aku terlalu sering menyalahkanmu atas tetes air mata ini.
Tapi karena aku rasa kau lah penyebab ia jatuh.
Aku, jujur saja merindukanmu.
Tapi pedulikah engkau?
Percayakah engkau?
Aku memang selalu diam saat didepanmu.
Bukan karena aku benci, tapi aku tak sanggup berbicara.
Mulut ku terlalu kaku untuk bergerak, walau hanya sekedar ingin menyapa.
Aku tau, mungkin itulah penyebab kau ingin jauh dariku.
Tapi kau tak tau bagaimana aku saat kau tak ada?
Ia jatuh lagi, aku terlalu merindukanmu.
Aku mencintaimu!
Aku hanya tak mengatakannya, karena aku tau kau tak suka kata-kata itu.
Aku tidak mengada-ada, kau memang tak suka!
Jika kau suka, tak mungkin kita berakhir?
Aku menyembunyikannya. Ya, aku terlalu pintar menyembunyikannya, hingga kau tak tau.
Karena aku rasa kau tak perlu tau.
Jika kau tau pun, aku tak yakin kita akan kembali seperti dulu. Saat ada kita pertama kali.
Tolong mengerti, walau aku terlalu sulit dimengerti.
Tolong pahami, walau aku terlalu sulit dipahami.
Kau hanya perlu sedikit peka untuk membongkar cinta yang aku sembunyikan.
Kau hanya perlu mendengarkan aku, hanya perlu tersenyum, serta bercanda denganku.
Karena kebodohanku disana, aku seperti orang bodoh jika kau telah tersenyum padaku.
Dan aku pastikan, seketika kau akan tau bahwa cinta itu masih ada.
Dan aku mohon, jangan buat ia jatuh lagi~

Untuk orang yang tak pernah tau~

Aku mungkin salah, ya, salah mencintaimu.
Aku tak pernah berfikir terlalu panjang sebelumnya
Bahwa akan ada sakit bila mencintaimu.
Ku kira hatiku akan selalu berbunga-bunga saat awal aku jatuh cinta.
Tapi ternyata aku salah, semua tak seperti yang aku kira.
Tetes demi tetes mulai jatuh dan pipiku ternyata mulai basah.
Ternyata mencintaimu tak seindah saat aku melihat senyummu.
Kau tak pernah tau, ya, karena aku tak pernah memberi taumu.
Bukan karena aku tak ingin memberi tau.
Tapi aku tak yakin semuanya akan berbalas, dan kau juga mencintaiku.
Aku takut mengatakannya hanyalah bomerang yang membuat aku jauh darimu.
Sungguh, aku merasa tersiksa dengan ini semua.
Pernah terbesit untuk melupakan serta membuatmu pergi dari sini, hatiku!
Tapi tak kunjung bisa, aku hanya menemukan cara awal kegagalan.
Sesulit inikah ketika harus menjauh?
Kenapa tak semudah jatuh cinta?
Kita? Aku tak pernah mendengar kau mengatakan kita.
Ya, karena aku memang tak pernah ada, terutama disana, dihatimu!
Hanya aku yang menganggap bahwa kita itu ada. Tapi aku rasa salah.
Aku tak bisa anggap semua itu ada, jika hanya aku, tanpa kau!
Kenapa? Lantas kenapa aku bisa jatuh cinta?
Bukankah itu punya awal? Apa yang membuat aku menyimpan kau dihatiku?
Jika bukan hal-hal yang indah?
Berarti, dulu kau pernah beri aku cinta bukan?
Tapi sayang, itu hanya semu!
Izinkan aku untuk menjauh, pergilah, jika tak bisa cepat aku mohon perlahan.
Aku tak ingin kau ada dihatiku berlama-lama.
Jika disini, kau hanya membuat ia hancur~

Sabtu, 16 November 2013

Benarkah cinta tak pernah salah?

Aku tak pernah tau, apakah cinta tak pernah salah?
Aku pun tak begitu mengerti, mengapa cinta tak pernah salah?
Lantas mengapa aku merasa salah mencintai orang sepertimu?
Kau, tak pernah tau. Apa yang aku fikirkan, apa yang aku rasa. Itulah kenapa aku merasa bahwa cinta adalah kesalahan, terutama mencintaimu!
Bahkan saat ini aku mencari cara untuk mengetahui pembenarannya.
Aku menemukannya! Tetapi aku lagi-lagi merasa cinta adalah kesalahan, dan itu karenamu!
Karena kau yang terlalu suka datang dan pergi sesukamu. Kadang aku merasa bukan yang kau pilih.
Tapi dilain sisi kau begitu meyakinkan aku.
Lantas dimanakah aku sekarang aku berada? Dihatimu? Atau ditempat lain yang tak pernah kau ingin tau?
Kadang, aku merasa seperti sebuah danau, yang kau kunjungi saat sedih dan tak pernah kau jamah saat kau bahagia.
Apa aku hanya sekedar penghibur dukamu?
Dan tak bisakah lebih dari itu?
Kenapa selalu dia? Dia? dan dia lagi?
Untukmu yang membuat aku merasa cinta adalah kesalahan,
Izinkan aku untuk bisa bahagia sepertimu, ku mohon.
Jangan datang dan pergi sesukamu

Tumben ya saya rada galau malem ini, bukan galau sih *nanya ndiri jawab ndiri* haha. Cuma lagi pengen ngetik kata-kata sok romantis yang bener-bener gak romantis. Karena saya bukan seorang pembuat puisi yang baik wkwk

Oke thanks for you visit, see you babay~