Hay orang yang selalu aku doakan disetiap sujudku.
Apa kabarmu baik-baik saja?
Aku tau kau tak pernah ingin tau tentang aku, tapi aku ingin memberimu tau bahwa aku pun baik-baik saja.
Tapi ada satu, ia (baca: air mata) jatuh lagi.
Entah kenapa? Ada apa?
Mungkinkah itu karenamu?
Maaf jika aku terlalu sering menyalahkanmu atas tetes air mata ini.
Tapi karena aku rasa kau lah penyebab ia jatuh.
Aku, jujur saja merindukanmu.
Tapi pedulikah engkau?
Percayakah engkau?
Aku memang selalu diam saat didepanmu.
Bukan karena aku benci, tapi aku tak sanggup berbicara.
Mulut ku terlalu kaku untuk bergerak, walau hanya sekedar ingin menyapa.
Aku tau, mungkin itulah penyebab kau ingin jauh dariku.
Tapi kau tak tau bagaimana aku saat kau tak ada?
Ia jatuh lagi, aku terlalu merindukanmu.
Aku mencintaimu!
Aku hanya tak mengatakannya, karena aku tau kau tak suka kata-kata itu.
Aku tidak mengada-ada, kau memang tak suka!
Jika kau suka, tak mungkin kita berakhir?
Aku menyembunyikannya. Ya, aku terlalu pintar menyembunyikannya, hingga kau tak tau.
Karena aku rasa kau tak perlu tau.
Jika kau tau pun, aku tak yakin kita akan kembali seperti dulu. Saat ada kita pertama kali.
Tolong mengerti, walau aku terlalu sulit dimengerti.
Tolong pahami, walau aku terlalu sulit dipahami.
Kau hanya perlu sedikit peka untuk membongkar cinta yang aku sembunyikan.
Kau hanya perlu mendengarkan aku, hanya perlu tersenyum, serta bercanda denganku.
Karena kebodohanku disana, aku seperti orang bodoh jika kau telah tersenyum padaku.
Dan aku pastikan, seketika kau akan tau bahwa cinta itu masih ada.
Dan aku mohon, jangan buat ia jatuh lagi~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar