Minggu, 01 Desember 2013

Aku ingin sepertinya~

Lagi-lagi kelebihannya membuatku kelu.
Aku begitu jauh dari kata sempurna.
Jika dibandingkan dengan dia, wanita idamanmu.
Tapi aku begitu ingin, menggapaimu, bersamamu.
Walau itu layaknya kemustahilan yang nyata.
HAHAH, entah ada apa dengan diriku? Dengan hatiku?
Dengan apa yang berhubungan denganmu.
Kau begitu mengacaukan fikiranku.
Mengacaukan setiap apa yang aku lihat, semua seperti berbayang, dan itu tentangmu.
Kau pernah merasa bersalah atas cinta yang kau tanam disini, dihatiku?
Kau pernah tau bagaimana aku merasa bersalah atas cinta yang ada untukmu?
Karena dia, lagi-lagi dia. Kau dan dia adalah orang yang selalu aku salahkan.
Aku begitu iri padanya. Pada dia yang begitu sempurna.
Jauh dibandingkan dengan aku yang tidak ada apa-apanya.
Kau pernah tau aku sering berfikir bagaimana caranya menjadi dia?
Menjadi dia yang selalu kau berikan senyum.
Menjadi dia yang selalu mendapatkan tempat lebih indah dihatimu.
Aku ingin, karena aku ingin dapat tempat yang indah dihatimu.
Dia, aku? Kami jauh berbeda. Dan aku tau, kau pasti tau itu.
Tak pernah ada apa-apanya.
Tapi aku selalu pendam harapan itu, harapan bersamamu.
Dia membuat aku ingin menyerah.
Membuat aku ingin pergi, tapi hatiku menahannya.
Hatiku tak pernah mengizinkanku melepaskanmu walau hanya sedikit.
Juga tak pernah membiarkanku melihat kau dengannya.
Aku cemburu, ku tau aku tak berhak.
Tapi hatiku memaksaku untuk cemburu.
Sebenarnya peristiwa apa yang terjadi antara aku, kau, dan dia.
Kenapa aku selalu menyalahkan kalian?
Kenapa aku selalu tertindas didalam skenario ini?
Kau! Dia! Aku!
Segitigakah kita? Segiempat dengan hatiku yang tak mau mengalah dengan ragaku?
Aku ingin denganmu juga, ingin sesempurna diam agar bisa sedikit saja kau pandang lebih.
Aku ingin diberi kabar, seperti dia yang tanpa menunggu telah kau beri kabar.
Aku ingin sepertinya~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar