Bodohnya aku adalah aku tak pernah bisa mengacuhkanmu.
Tak pernah bisa membuatmu tau bahwa aku kecewa.
Aku terlalu takut membuatmu terluka, aku tak pernah bisa membuatmu merasa bahwa aku marah.
Kau, cobalah untuk sedikit peka tanpa kuminta.
Aku ingin kau tau apa yang kurasa.
Aku menunjukannya dari sikapku.
Bisakah kau tau?
Menerka pun tak bisa?
Aku hanya ingin sedikit dimengerti.
Aku tak tau kenapa ini menjadi begitu rumit dan sulit untuk dicari jalan keluarnya.
Sepertinya aku tlah benar-benar terjebak didalam skenario permainanmu.
Atau aku sama seperti tikus yang disuguhi keju tetapi harus mati didalam perangkap?
Apa aku juga?
Apa salahku?
Kenapa aku yang terjebak didalam perangkap itu?
Kenapa aku diuguhi cinta tapi aku harus mati didalamnya?
Kenapa?
Terlalu banyak tanda tanya diantara kita.
Diantara aku, kau, dan keambangan cinta.
Aku ingin kau mengerti. Begitu tak berartikah aku?
Sehingga terlalu mudah untuk dilupakan?
Dan didatangi kembali dikala kau merasa sepi?
Dan kenapa aku terlalu sulit melupakan? Serta terlalu mudah menerimamu kembali yang semula mengacuhkanku?
Dimana kita sekarang?
Benarkah diujung rasa?
Dulu, kau pernah katakan bahwa aku berarti untukmu.
Dulu, kau selalu berusaha ada untukku.
Tapi sekarang?
Kurasa jauh berbeda, kau yang berubah, atau aku yang begitu perasa?
Ada apa denganku, hatiku~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar